Text to Search... About Author Email address... Submit Name Email Adress Message About Me page ##1## of ##2## Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sept Oct Nov Dec



10/newsticker/News/random

8/bigslider1/

404

Sorry, this page is not avalable
Home

3/block3/BERITA

5/carousel3/HAI LENSA

4/block4/ADVERTORIAL

3/block1/AKHIR PEKAN

5/carousel1/FAKTA UNIK

BERITA TERBARU

Ditjen Pajak Senggol Ustaz Solmed yang Pamer Rumah Mewah

0

 

MEGAH: Atta Halilintar (kanan) saat datang ke rumah megah pasangan April Jasmine dan Ustaz Solmed - Foto Dok Nett

HAIBANJAR.COM, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui akun TikTok resmi mengomentari video artis April Jasmine dan Ustaz Solmed. Video yang dikomentari Ditjen Pajak merupakan cuplikan April dan Ustaz Solmed melakukan syuting di rumah barunya yang terkenal mewah.


Akun Ditjen Pajak berkomentar bahwa tengah memantau orang kaya. "Memantau orang kaya," tulis akun resmi @ditjenpajakri, dikutip Sabtu (27/1/2024).


Sontak komentar dari Ditjen Pajak menjadi perhatian netizen dengan balasan dari sejumlah akun hingga 488 komentar balasan.


Komentar itu merujuk di mana April dan Ustaz Solmed sempat melontarkan kata "Kaya, kaya, kaya," yang sepertinya jargon dari syuting acara yang dilakukan tersebut.


Mengutip dari detikHot, Ustaz Solmed dan April telah memiliki rumah mewah yang berdiri di atas lahan sekitar 4.000 m2. Ada 6 bangunan yang dibuat dalam satu area rumah Ustaz Solmed.


Penampakan rumah Ustaz Solmed terlihat mewah dan megah dengan nuansa putih pada setiap bangunannya. Rumah tersebut juga lengkapi dengan berbagai difasilitasi mulai dari musala hingga lapangan futsal pribadi.


Ditjen Pajak Buka Suara


Dihubungi terpisah, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, DJP, Dwi Astuti menerangkan komentar tersebut dimaksudkan agar masyarakat mengeyahui bahwa DJP aktif melakukan pemantauan dan profiling wajib pajak.


"Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi DJP tekait pengawasan pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara Indonesia, khususnya terkait pemenuhan hak dan kewajiban pajak," jelas dia.(finance.detik.com/ar)